Dear Rizky, Hari ini keadaan sedang tidak berpihak dengan kita. Entah aku yang salah atau memang waktu saja yang lagi-lagi kurang pas. Setiap kata yang terucap dari mulutku hanya membuatmu kesal dan kecewa. Aku hanya bisa terdiam, seraya merenungi apa-apa yang sudah ku katakan. Pembicaraan kita juga jadi aneh, seperti dua orang yang tidak saling kenal. Padahal hari ini banyak hal bahagia yang ingin ku bagi denganmu, ah sudahlah mungkin memang sebaiknya tidak kuceritakan dulu. Maafkan aku sayang, aku tidak seperti yang kau inginkan.
Dear Rizky, Hari ini hari pertamaku di Mekkah, aku begitu bahagia bercampur rasa syukur karena bisa diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah haram ini. Kamu memberikan aku beberapa wejangan aku senang kamu begitu. Hari ini juga aku melaksanakan ibadah umroh wajib, tak henti-hentinya aku berdoa. Salah satunya aku berdoa untukmu agar selalu dilindungi oleh Allah, apabila kamu memang benar-benar jodohku aku berharap kamu bisa menjadi imam yang baik untukku, kamu bisa membimbingku menuju surga-Nya dan menjadikanku istri yang sholehah. Aku juga berdoa agar setiap langkah yang kita ambil diberi kelancaran dan selalu di ridhoi-Nya dan banyak hal lagi yang ku sampaikan hibgga tak henti-hentinya air mata ini keluar. Dan mulai hari ini juga kita berdua belajar untuk menerima perbedaan waktu yang cukup membuat kita sulit untuk berkomunikasi. Ingat sayang, kita harus berjuang bersama ya..