Skip to main content

#5

Dear Rizky,

Hari ini hari pertamaku di Mekkah, aku begitu bahagia bercampur rasa syukur karena bisa diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah haram ini. Kamu memberikan aku beberapa wejangan aku senang kamu begitu. Hari ini juga aku melaksanakan ibadah umroh wajib, tak henti-hentinya aku berdoa. Salah satunya aku berdoa untukmu agar selalu dilindungi oleh Allah, apabila kamu memang benar-benar jodohku aku berharap kamu bisa menjadi imam yang baik untukku, kamu bisa membimbingku menuju surga-Nya dan menjadikanku istri yang sholehah. Aku juga berdoa agar setiap langkah yang kita ambil diberi kelancaran dan selalu di ridhoi-Nya dan banyak hal lagi yang ku sampaikan hibgga tak henti-hentinya air mata ini keluar. Dan mulai hari ini juga kita berdua belajar untuk menerima perbedaan waktu yang cukup membuat kita sulit untuk berkomunikasi. Ingat sayang, kita harus berjuang bersama ya..

Comments

Popular posts from this blog

#4

Dear Rizky, Pagi ini kamu membalas pesanku, pesan yang ku tuliskan semalam. Taukah kamu, aku sangat rindu, masih sedikit kecewa bahwa kenyataannya kamu pergi dan kita tidak bisa bertemu. Kamu terlalu sibuk disana, sampai-sampai kita hanya bisa berbicara sebentar saja. Lagi-lagi aku harus bersabar dan mengalah dengan waktu yang belum pas. Beberapa kali kamu mengajakku untuk telepon sebelum akhirnya aku terbang, tapi lagi-lagi hanya bisa sebentar. Tetap saja harus ku terima. Yaa pada akhirnya kita tetap berbalas pesan, sekedar memberikan kabarku saat ini. Memang waktu tidak selamanya berpihak dan kita harus belajar menerima bukan?