Dear Rizky,
Pagi ini kamu membalas pesanku, pesan yang ku tuliskan semalam. Taukah kamu, aku sangat rindu, masih sedikit kecewa bahwa kenyataannya kamu pergi dan kita tidak bisa bertemu. Kamu terlalu sibuk disana, sampai-sampai kita hanya bisa berbicara sebentar saja. Lagi-lagi aku harus bersabar dan mengalah dengan waktu yang belum pas. Beberapa kali kamu mengajakku untuk telepon sebelum akhirnya aku terbang, tapi lagi-lagi hanya bisa sebentar. Tetap saja harus ku terima. Yaa pada akhirnya kita tetap berbalas pesan, sekedar memberikan kabarku saat ini. Memang waktu tidak selamanya berpihak dan kita harus belajar menerima bukan?
Pagi ini kamu membalas pesanku, pesan yang ku tuliskan semalam. Taukah kamu, aku sangat rindu, masih sedikit kecewa bahwa kenyataannya kamu pergi dan kita tidak bisa bertemu. Kamu terlalu sibuk disana, sampai-sampai kita hanya bisa berbicara sebentar saja. Lagi-lagi aku harus bersabar dan mengalah dengan waktu yang belum pas. Beberapa kali kamu mengajakku untuk telepon sebelum akhirnya aku terbang, tapi lagi-lagi hanya bisa sebentar. Tetap saja harus ku terima. Yaa pada akhirnya kita tetap berbalas pesan, sekedar memberikan kabarku saat ini. Memang waktu tidak selamanya berpihak dan kita harus belajar menerima bukan?
Comments
Post a Comment