Skip to main content

#2

Dear Rizky,

Keesokan harinya, aku kembali membalas pesanmu yang semalam tidak ku balas karena aku sudah tidur. Seperti biasa kamu membalas pesanku dan memberi semangat agar aku semangat bekerja. Hari ini adalah hari terakhirku bekerja sebelum aku pergi umroh. Aku sangat berharap kita bisa bertemu, sebentar saja. Aku ingin berpamitan dan melihatmu. Aku kira kamu akan ke rumahku hari ini, namun mungkin itu hanya harapanku saja yang berlebihan. Jam 7 aku mendapat pesan darimu bahwa kamu sudah dirumah, aku senang kamu sudah dirumah. Itu artinya kamu bisa istirahat dan mungkin kita bisa berbincang-bincang sebentar. Tiba-tiba kamu bilang di telepon bahwa kamu kan pergi ke Jawa bersama saudaramu. Sebetulnya aku kecewa, karena lagi-lagi kita tidak bertemu. Bahkan disaat aku ingin pergi jauh, kamu malah ingin pergi. Namun semua itu ku tahan, karena aku tau kamu juga butuh hiburan dan aku tidak bisa memaksakan kamu untuk tetap tinggal sementara aku pergi. Jadi ku putuskan untuk kusimpan saja kekecewaan ini..

Comments

Popular posts from this blog

#4

Dear Rizky, Pagi ini kamu membalas pesanku, pesan yang ku tuliskan semalam. Taukah kamu, aku sangat rindu, masih sedikit kecewa bahwa kenyataannya kamu pergi dan kita tidak bisa bertemu. Kamu terlalu sibuk disana, sampai-sampai kita hanya bisa berbicara sebentar saja. Lagi-lagi aku harus bersabar dan mengalah dengan waktu yang belum pas. Beberapa kali kamu mengajakku untuk telepon sebelum akhirnya aku terbang, tapi lagi-lagi hanya bisa sebentar. Tetap saja harus ku terima. Yaa pada akhirnya kita tetap berbalas pesan, sekedar memberikan kabarku saat ini. Memang waktu tidak selamanya berpihak dan kita harus belajar menerima bukan?