Skip to main content

#1

Dear Rizky,

Hari ini seperti biasa aku membalas pesanmu yang semalam tidak ku baca karena aku sudah tidur. Kamu mengirimkan foto yang berisi list film yang ingin kita tonton bersama. Kamu balas pesanku dan bilang bahwa kamu rindu. Saat ini, kita sama-sama sibuk. Aku sibuk mempersiapkan untuk umroh dan kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Namun kamu selalu menguatkanku untuk harus bisa sama-sama bertahan bagaimanapun keadaannya. Kamu bilang kalau ingin ke rumahku, sekedar bertemu sebelum aku berangkat. Namun lagi-lagi waktu tidak berpihak dengan kita, tiba-tiba kamu sakit dan tidak bisa pergi ke rumahku. Awalnya aku kecewa, namun aku juga mengerti dan menerima, mungkin memang waktunya saja yang belum pas. Lagi pula kesehatanmu jauh lebih penting. Sore tadi kamu mengirim pesan kembali, kalau kamu sudah dirumah, istirahat dan kembali bekerja. Aku sedikit marah karena kamu selalu memaksakan diri untuk bekerja. Bukan tidak mengerti, tapi aku tidak tega melihatmu yang sakit bekerja terus siang malam. Aku paham itu memang kewajibanmu, tapi tidak sepatutnya seperti itu bukan? Bahkan sekedar bercerita via telepon saja kita tidak bisa, karena kamu kembali ditelpon oleh kantor. Kecewa, iya. Tapi lagi-lagi aku harus sabar, mungkin saat ini waktunya memang tidak tepat. Kamu menawarkan diri untuk mengantarkanku ke bandara, tapi aku bilang tidak usah karena takut merepotkanmu. Walaupun sebetulnya aku sangat berharap kita bisa bertemu langsung. Tapi aku tidak boleh memaksakan, mungkin kamu masih sakit. Lagi pula, aku tidak boleh egois dan hanya mementingkan diriku saja. Jadi aku menolaknya..

Comments

Popular posts from this blog

#4

Dear Rizky, Pagi ini kamu membalas pesanku, pesan yang ku tuliskan semalam. Taukah kamu, aku sangat rindu, masih sedikit kecewa bahwa kenyataannya kamu pergi dan kita tidak bisa bertemu. Kamu terlalu sibuk disana, sampai-sampai kita hanya bisa berbicara sebentar saja. Lagi-lagi aku harus bersabar dan mengalah dengan waktu yang belum pas. Beberapa kali kamu mengajakku untuk telepon sebelum akhirnya aku terbang, tapi lagi-lagi hanya bisa sebentar. Tetap saja harus ku terima. Yaa pada akhirnya kita tetap berbalas pesan, sekedar memberikan kabarku saat ini. Memang waktu tidak selamanya berpihak dan kita harus belajar menerima bukan?